Misteri Jembatan Semawur
Misteri Jembatan Semawur
Jembatan Semawur terletak di Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan
Provinsi Jawa Timur.Jembatan itu telah menjadi saksi bisu yang terjadi di kota
tersebut.
Suatu malam,seorang mahasiswa bernama Airin sedang dalam perjalanan pulang dari rumah temannya.Waktu itu sedang libur sekolah jadi Airin pulang kampung.Rumah temannya terletak di Kecamatan Bendo sedangkan rumah Airin terletak di Kecamatan Maospati.Kala itu waktu sudah
larut malam. Ia memutuskan untuk melewati jembatan Semawur,karena jalan
itu lebih dekat bila mengambil jalan lain akan membutuhkan waktu yang lama
karena jaraknya akan semakin jauh bila mengambil jalan lain.Ketika melintas
di atas jembatan Semawur,ia merasa ada sesuatu yang aneh sampai bulu kudunya merinding.
Tiba-tiba,angin bertiup kencang dan lampu jembatan padam.Airin merasa takut dan berusaha untuk berlari.Waktu itu motor yang di kendarainya langsung mati.Saat ia hendak berlari kakinya terasa berat seperti tertanam di tanah.Saat itu,ia melihat sesosok bayangan hitam yang berdiri di ujung
jembatan.
Bayangan itu semakin mendekat seolah-olah ingin menyampaikan sesuatu,dan Airin dapat melihat wajahnya yang pucat dan mata yang merah. Airin merasa sangat takut dan berusaha untuk berteriak,namun suaranya tidak dapat keluar.Bayangan itu semakin mendekat,dan Airin merasa seperti akan di telan oleh kegelapan,padahal sosok bayangan tersebut seolah-olah ingin
berkomunikasi dan menyampaikan sesuatu dan tetapi Airin tidak sadarkan diri.
Keesokan harinya Airin di temukan oleh warga sekitar yang melewati jembatan tersebut.Ia di bawa ke rumah sakit dan di rawat selama beberapa hari.Airin tidak pernah menceritakan apa yang terjadi di atas jembatan tersebut kepada orang lain yang bertanya kepadanya.
Libur telah habis dan ia kembali ke tempat kuliahnya.Suatu malam dia bermimpi di datangi sesosok bayangan yang menyerupai seperti sosok di atas jembatan Semawur yang pernah di temuinya waktu yang lalu.Namanya di panggil oleh sosok tersebut dalam mimpinya.Pagi harinya,ia merenungkan apa yang telah di mimpikan.Mimpi itu telah di alaminya berulang-ulang kali.
Airin menemui temannya yang memiliki indra keenam untuk bertukar pikiran tentang apa yang di mimpikannya selama ini.Temannya menyarankan supaya Airin pulang kampung dan menemui sosok bayangan yang di mimpikannya yang pernah di temui di atas jembatan Semawur.Ia menyetujui saran dari temannya.
Beberapa bulan kemudian bertepatan dengan libur sekolah Airin kembali ke Magetan.Ia bermaksud untuk menemui sesosok bayangan tersebut bersama temannya yang memiliki indra keenam.Ia ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di atas jembatan tersebut.
Airin dan temannya tiba di Magetan,waktu sudah sore hari,ia dan temannya berencana akan mendatangi jembatan Semawur pada malam hari.
Malam pun tiba Airin dan temannya berpamitan kepada kedua orang tua Airin.Kedua orang tua Airin mengizinkan Airin dan temannya serta berpesan supaya berhati-hati di jalan ,jangan pulang larut malam.Airin dan temannya bergegas menuju ke jembatan.Sesampainya di sana mereka berhenti di atas jembatan menunggu beberapa saat.Mereka tidak menemui hal-hal yang di alami Airin pada waktu yang lalu.Mereka pun meninggalkan jembatan tersebut.
Namun rasa penasaran menghantui pikiran mereka.Mereka sudah beberapa kali melintasi jembatan tersebut.Terakhir kali melintas jembatan teman Airin mempunyai firasat jika sesosok bayangan yang di temui Airin pada waktu lalu hanya mau bertemu Airin saja.Mereka pun meninggalkan
jembatan tersebut.
Pada malam berikutnya Airin kembali ke jembatan tersebut dengan seorang diri.Ia berjalan menyusuri jembatan,ia kembali merasa ada sesuatu yang aneh.
Tiba-tiba,angin bertiup kencang dan lampu jembatan padam.Airin merasa takut dan berusaha untuk berlari,namun kakinya terasa berat seperti tertanam di tanah.Saat itu,ia melihat sesosok bayangan hitam yang sama seperti beberapa bulan yang lalu.
Kali ini Airin tidak takut.Ia berusaha untuk berkomunikasi dengan sesosok bayangan hitam itu,dan tiba-tiba bayangan itu berbicara.“Aku adalah arwah seorang pria yang meninggal di atas jembatan ini beberapa abad lalu.”Katanya“ Aku telah terjebak di antara dunia dan akhirat dan aku membutuhkan bantuanmu untuk melepaskan aku.”
Airin merasa terkejut,namun ia juga merasa ingin membantu.Ia berusaha untuk mencari tahu apa yang harus di lakukan untuk melepaskan arwah tersebut.Dan akhirnya,ia menemukan jawabannya.
Dengan bantuan Airin,arwah tersebut dapat melepaskan diri dari jembatan Semawur dan melanjutkan perjalanannya ke akhirat.Airin merasa lega dan bahagia,karena ia telah membantu sesosok bayangan hitam yang membutuhkan.Dan sejak itu,jembatan Semawur tidak pernah di anggap lagi angker.
Komentar
Posting Komentar